Manfaat Luar Biasa Daun Seledri dan Bahayanya yang Mungkin Belum Kalian Ketahui

Seledri adalah sayuran dari keluarga Apiaceae. Terkenal karena batangnya yang renyah dan aromanya yang khas. Sebagian orang sering mengkonsumsinya sebagai camilan berkalori rendah.

Tetapi seledri tidak hanya rendah kalori, ada alasan lain untuk menambahkannya ke dalam makanan.

Seledri sangat bermanfaat bagi saluran pencernaan dan sistem kardiovaskular, dan bijinya digunakan dalam pengobatan untuk membantu meringankan rasa sakit.

Seledri juga dikenal sebagai Apium graveolens (A. graveolens). Anggota lain dari apiaceae berbunga, atau wortel, termasuk parsnip, peterseli, dan sayuran akar celeriac.

Manfaat Bagi Kesehatan

Manfaat kesehatan dari seledri dan bijinya antara lain:

  • Menurunkan peradangan
  • Mengurangi tekanan darah
  • Mengurangi resiko kanker
  • Mencegah kehilangan penglihatan karna usia

 

Peradangan

Seledri mengandung apigenin, molekul yang saat ini sedang ditelti karena sifat anti kankernya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Molecular Nutrition and Food Research menyelidiki apakah obat ini dapat membantu menyembuhkan atau mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh peradangan.

Para penulis menyimpulkan bahwa apigenin mengurangi radang tertentu pada tikus. Dengan ini, terbukti bahwa apigenin, dalam hal ini daun seledri dapat mengurangi peradangan dan mengembalikan keseimbangan kekebalan tubuh.

Tekanan darah

Tidak ada bukti kuat bahwa biji seledri membantu menurunkan tekanan darah pada manusia, tetapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal of Medicinal Food menunjukkan bahwa itu berpengaruh pada tikus.

Penelitian ini melihat efek ekstrak biji seledri terhadap tekanan darah pada tikus dengan tekanan darah normal dan pada tikus dengan hipertensi yang diinduksi secara buatan.

Para penulis menyimpulkan bahwa:

“Ekstrak biji seledri memiliki sifat antihipertensi, yang tampaknya disebabkan oleh aksi hidrofobik aktifnya seperti NBP (n-butylphthalide) dan dapat dianggap sebagai agen antihipertensi dalam pengobatan kronis peningkatan BP.”

Hasilnya menunjukkan bahwa seledri mungkin memiliki efek serupa pada manusia.

Mencegah kanker

Seledri mengandung flavanoid yang disebut luteolin. Para peneliti percaya bahwa luteolin memiliki sifat anti kanker.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Current Cancer Drug Target mengatakan bahwa “Studi epidemiologi baru-baru ini mendapati adanya pencegah kanker pada luteolin.”

Para penulis percaya ini terjadi karena luteolin membuat sel-sel kanker lebih rentan terhadap serangan oleh bahan kimia yang digunakan dalam terapi pengobatan.

Hiperlipidemia

Hyperlipidemia terjadi ketika ada peningkatan molekul lemak dalam darah. Seringkali tidak ada gejala, tetapi meningkatkan risiko jangka panjang penyakit jantung dan stroke.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Advances in Environmental Biology meneliti apakah ekstrak seledri dapat mengurangi hiperlipidemia pada tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Hasil menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memang mengurangi jumlah LDL, atau kolesterol “jahat” dalam darah.

Meskipun ini adalah penelitian pada hewan, jika diaplikasikan pada manusia itu bisa menjadi alasan bagus untuk mengkonsumsi seledri.

Neurogenesis

Apigenin juga diyakini merangsang neurogenesis, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel saraf.

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2009 meneliti efek apigenin pada tikus. Temuan menunjukkan bahwa, ketika disuntikkan atau diminum, apigenin meningkatkan kecerdasan dan memori.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini pada manusia.

Baca juga: Tips Kesehatan dan Nutrisi yang Baik Bagi Tubuh

Manfaat Lain Daun Seledri

Seledri juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri sendi dan menenangkan sistem saraf, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung penuh klaim ini.

Universitas Maryland Medical Center (UMM) mengatakan bahwa biji seledri telah lama digunakan dalam pengobatan, antara lain:

  • Radang sendi dan asam urat
  • Kejang otot
  • Peradangan
  • Tekanan darah tinggi
  • Masuk angin dan flu
  • Daya ingat

Namun mereka mencatat bahwa penggunaan ini belum dikonfirmasi oleh penelitian.

Rincian Nutrisi Seledri

Antioksidan: Seledri kaya akan antioksidan.

Mengandung fitonutrien sebagai berikut:

  • Asam fenolik
  • Flavonol
  • Dihydrostilbenoids
  • Flavon
  • Furanocoumarin
  • Pitosterol

Vitamin dan Mineral: Seledri kaya akan vitamin K, dan juga mengandung folat, vitamin A, potasium, dan vitamin C.

Serat Makanan: Seledri merupakan sumber serat makanan yang baik. Satu cangkir seledri cincang, atau 100 gram seledri, setara dengan sekitar dua setengah batang sedang, mengandung 1,6 gram serat.

Diet

Seledri bisa dimakan mentah atau dimasak. Studi menunjukkan bahwa seledri kehilangan sedikit nutrisi ketika dimasak. Jadi akan lebih baik jika Sahabat Sukses mengkonsumsinya secara mentah atau jangan dimasak terlalu lama.

Pada 2011, para ilmuwan menerbitkan penelitian yang meneliti hilangnya total nutrisi antioksidan fenolik dari seledri ketika direbus selama 3 menit, dikukus selama 10 menit, dan direbus selama 10 menit.

Merebus menyebabkan seledri kehilangan antioksidan yang signifikan, antara 38 persen dan 41 persen. Namun, setelah dikukus, seledri mempertahankan 83 persen hingga 99 persen antioksidannya.

Seledri bisa dimakan dengan keju, saus, salad, atau sebagai tambahan roti lapis selai kacang.

Seledri juga menambah rasa pada sup dan soto.

Resiko

Seledri termasuk dalam kelompok kecil makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, dan ini dapat menyebabkan syok anafilaksis yang fatal.

Sahabat Sukses yang alergi terhadap seledri harus berhati-hati dan memeriksa komposisi makanan yang ingin dibeli, karena bahkan sedikit seledri saja dapat menyebabkan reaksi.

Seledri juga memiliki kandungan natrium yang relatif tinggi, yaitu 35 miligram per tangkai. Namun, ini sangat sedikit dibandingkan dengan 1.500 miligram per hari yang direkomendasikan oleh American Heart Association, dan jauh lebih sedikit dari 3.400 miligram per hari yang dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Seledri merupakan makanan rendah sodium.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *