Makanan yang Sebaiknya Dihindari Oleh Ibu Menyusui

Banyak hal yang mungkin sulit dilalui saat masa kehamilan. Salah satunya adalah tidak semua makanan dan minuman kesukaan dapat dinikmati. Begitupun setelah melahirkan, sebaiknya busui tetap menjaga makanan dan minuman yang berpotensi mempengaruhi rasa dan kualitas ASI.

Terlebih untuk Bunda yang memiliki riwayat alergi makanan, seperti alergi kacang-kacangan, seafood, dan produk susu. Besar kemungkinan bayi Bunda juga mengalami alergi yang sama jika Bunda mengonsumsi makanan pencetus alergi tersebut. Oleh karenanya, makanan-makanan dibawah ini sebaiknya Bunda hindari terutama bagi Busui yang memiliki riwayat alergi, agar Si Kecil terhindar dari alergi yang sama. Kalaupun Bunda ingin mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ya Bunda.

Apa saja makanan yang perlu busui hindari? Berikut diantaranya:

1. Kafein

Menurut penelitian, mengonsumsi kafein dalam jumlah rendah sebenarnya diperbolehkan. Namun, perlu dipahami bahwa mengonsumsi kafein terlalu berlebihan dapat menyebabkan rasa cemas. Selain itu, berdampak juga bagi Si Kecil seperti mengalami gangguan tidur, hingga perubahan mood menjadi tidak stabil atau cranky. Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi juga dapat menurunkan kadar zat besi dalam ASI dan menurunkan kadar hemoglobin pada bayi. Jadi, alangkah baiknya Bunda coba hindari minuman yang mengandung kafein seperti teh, soda, atau kopi.

Walau begitu, bukan berarti busui tidak boleh minum kopi sama sekali, lho! Bunda tetap boleh minum kopi atau minuman mengandung kafein lainnya asalkan tidak terlalu banyak, maksimal 2-3 gelas per hari.

2. Cokelat

Kalau Bunda salah satu penggemar cokelat, perlu berhati-hati mengonsumsi cemilan ini saat sedang menyusui. Cokelat memiliki kandungan theobromine yang sifatnya hampir sama dengan kafein. Karena itu, mengonsumsi cokelat dapat menyebabkan Si Kecil jadi lebih cranky juga. Bagi Bunda yang ingin tetap menikmati enaknya cokelat, pastikan tidak lebih dari 750mg per hari supaya Si Kecil tidak gampang rewel atau susah tidur, ya.

3. Buah Asam

Buah mengandung asam seperti jeruk memang mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Tetapi kandungan zat asam di dalamnya bisa membuat perut Si Kecil menjadi tidak nyaman. Sistem pencernaan atau gastrointestinal pada bayi belum matang sempurna dan tidak mampu menahan zat asam tersebut. Jika dipaksakan akan mengakobatkan ruam popok, rewel, meludah, dan hal lainnya. Namun, Bunda tetap bisa mengonsumsi buah dengan vitamin C seperti pepaya, strawberry, dan sayuran hijau. Kalaupun Bunda tetap ingin mengonsumsi jeruk, pastikan jeruknya benar benar terasa manis ya, Bunda.

4. Minuman Beralkohol

Mungkin ada di antara Bunda yang merasa lebih tenang setelah menikmati minuman beralkohol. Namun saat fase menyusui, pastikan Bunda tidak meminum lebih dari satu gelas minuman seperti wine. Jika meminum alkohol lebih dari dua gelas dalam satu minggu, bisa memperlambat perkembangan otak anak. Hal ini tentunya karena kandungan alkohol akan diterima Si Kecil melalui ASI yang menjadi asupan utama mereka.

5. Brokoli

Sayuran jelas baik untuk tubuh, khususnya Bunda yang sedang dalam fase menyusui. Banyak vitamin dan zat besi yang terkandung di dalamnya membuat tubuh menjadi sehat. Namun ternyata beberapa sayuran bisa membuat anak menjadi sering buang angin. Brokoli, bawang bombay, bunga kol, kubis, dan timun menjadi deretan sayuran yang menyebabkan hal tersebut. Memang belum ada penelitian terkait sayuran yang membuat anak sering buang angin ini, tetapi tidak ada salahnya untuk mencari alternatif sayuran lainnya ya, Bunda.

6. Kacang-kacangan

Kacang merupakan salah satu sumber zat besi dan protein tinggi, terutama kacang yang berwarna gelap. Namun, jika keluarga Bunda memiliki riwayat alergi kacang-kacangan, sebaiknya hindari atau kurangi konsumsi kacang-kacangan untuk mengurangi risiko Si Kecil terkena alergi yang sama. Penyebabnya adalah karena nutrisi atau kandungan dalam kacang bisa masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Jika hal ini terjadi, maka efeknya akan menimbulkan ruam, gatal-gatal, hingga minge atau suara desis yang keluar saat bernapas. Meski belum ada bukti terkait hal ini, tidak ada salahnya untuk meminimalisir kemungkinan anak jadi sakit dan tidak nyaman.

7. Daun Paterseli dan Daun Mint

Konsumsi daun peterseli dan daun mint ternyata bisa mengurangi kadar ASI loh, Bunda. Jadi saat menyusui, usahakan untuk tidak memakannya terlalu banyak. Perhatikan dan jaga jumlah ASI yang dihasilkan, terutama saat fase bayi mulai bertumbuh dengan cepat. Berbeda cerita jika Bunda ingin menghentikan produksi ASI, maka mengonsumsi teh daun mint menjadi pilihan tepat.

8. Susu

Salah satu dilema seorang ibu adalah konsumsi susu saat menyusui. Hal ini terkait alergi Si Kecil terhadap laktosa dalam susu sapi atau susu kedelai. Untuk mengatasinya, coba lihat berbagai gejala yang terjadi saat Bunda mengonsumsi produk susu. Jika anak mulai sakit perut dan muntah-muntah, hentikan asupan susu tersebut. Gejala lain seperti dermatitis, penyakit kulit, dan gangguan tidur lainnya juga perlu diperhatikan.

Sebagai antisipasi, Bunda bisa mengganti asupan dengan susu rendah lemak, daging, atau unggas. Berbagai bahan makanan tersebut tidak mengandung antibiotik, hormon pertumbuhan, bahan kimia, atau pestisida yang digunakan didalam produksinya.

9. Bawang Putih

Aroma bawang putih yang kuat dapat membuat ASI memiliki aroma yang kuat. Tidak semua bayi menyukainya. Ketidaksukaan tersebut terlihat dari wajahnya yang merengut atau rewel dan tidak mau minum susu. Jadi, coba untuk tidak menikmati makanan mengandung bawang putih demi Si Kecil, ya Bunda.

10. Makanan Pedas

Makanan dengan rasa pedas juga bisa muncul dalam kandungan ASI. Hal ini bisa membuat bayi menjadi rewel atau terganggu, meski ada juga yang baik-baik saja dengan rasa pedas ini. Jika anak menunjukkan rasa tidak sukanya, Bunda harus mengurangi konsumsi sambal atau makanan dengan lada yang banyak ya.

11. Gandum

Gandum mengandung asam folat, serat, dan zat besi yang baik untuk perkembangan dan kesehatan bayi dan ibu. Namun, gandum juga memiliki kandungan gluten dan bisa menjadi salah satu kandungan dalam ASI. Jika anak memiliki intoleransi terhadap gluten, maka konsumsi gandum saat menyusui dapat meningkatkan risiko anak mengalami perut sensitif hingga lebih rewel.

12. Jagung

Alergi terhadap jagung sebenarnya wajar dialami bayi hingga usia balita. Anak akan merasa tidak nyaman akan tubuhnya hingga menyebabkan ruam di bagian tubuh mereka. Jika terdapat gejala tersebut, sebaiknya hindari mengonsumsinya ya, Bunda.

13. Kerang

Alergi kerang bisa diderita anak karena faktor keturunan. Lihat lagi riwayat alergi keluarga supaya anak tidak perlu mengalami rasa tidak nyaman karena hal tersebut.

Baca Juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *